-->

Notification

×
Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Iklan

Manusia Kenyang

Tag Terpopuler

Anak Lembu Yerobeam

Jumat, 28 April 2017 | April 28, 2017 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-18T20:12:42Z
1 Raja-raja 12:26 Maka berkatalah Yerobeam dalam hatinya: "Kini mungkin kerajaan itu kembali kepada keluarga Daud

Cambridge Bible for Schools and Colleges menyatakan "Dan Yerobeam berkata di dalam hatinya ] Yosefus ( Ant . Viii 8, 4) mengatakan bahwa gagasan tersebut dipaksakan pada pikiran raja dengan pendekatan Perayaan Pondok Daun, yang biasanya orang-orang naik dalam jumlah besar ke Yerusalem, dan tinggal di sana selama beberapa hari."

Yerobeam memiliki kekuatiran dalam hatinya bahwa kerajaan yang diperolehnya dari Tuhan akan kembali ke rumah Daud - Setelah menerima kerajaan dari Tuhan, dia seharusnya mengandalkan perlindungan ilahi sebab Nabi Ahia telah memberitahu Yerobeam bahwa Allah memberikan kepadanya 10 suku karena Salomo tidak berjalan di jalannya Allah dan tidak menepati perintah dan ketetapan Allah. Salomo tidak melakukan apa yang benar di mata Allah. Tapi ternyata tidak. Dengan maksud untuk menarik orang-orang dari bait suci dan menghancurkan ziarah suci yang berhubungan dengan Yerusalem, dia membuat inovasi yang serius dan tidak beralasan tentang taat keagamaan di negara tersebut, dengan alasan menyelamatkan orang-orang dari masalah dan biaya perjalanan jauh.
  • Yerobeam tidak mengizinkan para imam dan orang Lewi untuk melayani Allah; 2 Tawarikh 11:13-15 Para imam dan orang Lewi di seluruh Israel datang menggabungkan diri dengan dia dari daerah-daerah kediaman mereka. Sebab orang Lewi meninggalkan tanah penggembalaan dan milik mereka, lalu pergi ke Yehuda dan Yerusalem, oleh karena Yerobeam dan anak-anaknya melarang mereka memegang jabatan iman TUHAN, dan mengangkat bagi dirinya imam-imam untuk bukit-bukit pengorbanan untuk jin-jin dan untuk anak-anak lembu jantan yang dibuatnya.
  • Yerobeam mendirikan dua anak lembu emas - sapi jantan muda, Apis dan Mnevis, sebagai simbol (dalam gaya Mesir) dari Allah yang benar, dan yang paling dekat, sesuai dengan keinginannya, kepada tokoh kerubim. Yang satu ditempatkan di Dan, di bagian utara kerajaannya; Yang lain di Bet-el, ujung selatan, di dekat Yerusalem, dan di tempat mana dia mungkin mengira Tuhan cenderung mewujudkan diri-Nya seperti di Yerusalem (Ge 32: 1-32; 2Yoh 2: 2). Tempat yang terakhir adalah yang paling sering dikunjungi - karena kata-kata (1Ki 12:30) harus diberikan, "orang-orang bahkan sampai Dan pergi untuk beribadah dihadapan Dia" (Yer 48:13; Am 4: 4, 5; 5: 5 ; Ho 5: 8; 10: 8). Inovasi itu adalah dosa karena ia menetapkan penyembahan kepada Tuhan dengan simbol dan gambar dan berangkat dari tempat di mana Dia telah memilih untuk menempatkan nama-Nya. 
  • Yerobeam mengubah pesta tabernakel dari tanggal lima belas ketujuh sampai tanggal lima belas bulan kedelapan. Alasan yang jelas mungkin, bahwa pengumpulan atau panen kemudian terjadi di bagian utara kerajaan; Tapi alasan sebenarnya adalah membasmi asosiasi lama dengan ini, festival yang paling disukai dan menyenangkan tahun ini.
Yerobeam melakukan semua itu bukan karena ketidak-tahuan tapi untuk mengamankan takhtanya. . Umat Israel begitu merindukan Yerusalem dan Bait Suci, hal ini membuat Yerobeam merasa tidak aman. Dia khawatir bahwa bangsa Israel akan bersatu dengan orang Yehuda sekali lagi. Jika hal itu terjadi, maka di akan kehilangan takhtanya. Nyawanya juga mungkin akan melayang karena dia telah memberontak melawan Rehabeam.

Yerobeam memulai serangkaian "reformasi religius". Tujuannya adalah untuk membuat orang Israel tidak lagi pergi ke Yerusalem. Yerobeam menyebut kedua anak lembu emas itu "allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!" Dia bukannya mau mengajarkan bangsa Israel untuk menyembah berhala. Di dalam benaknya, kedua anak lembu emas itu adalah allah-allah orang Israel. Kemungkinan dia mengira bahwa Allah adalah maha hadir. Dan karena Israel sudah terpecah menjadi dua, dia mengira bahwa negara bagian utara juga boleh membangunkan bait suci untuk Allah. Supaya bangsa Israel boleh menyembah Allah di negara bagian utara. Dan baginya, bagaimanapun mereka semua menyembah Allah yang sama.

Tentu saja, pada awalnya, bukan tujuan Yerobeam untuk membawa orang menjauhi Allah, apa yang diperbuatnya merupakan suatu upaya politis untuk memisahkan umat Israel dari umat Yehuda. Namun, reformasi religiusnya pada akhirnya membuat bangsa Isarel meninggalkan Allah dan jatuh ke dalam dosa. Hal ini terjadi karena Yerobeam telah memakai hikmat manusia untuk memerintah Israel, tidak memimpin mereka sesuai dengan kehendak Allah. Apakah konsekuensi dari reformasi religius yang dilakukan oleh Yerobeam?
  • Reformasi religius ini menimbulkan penentangan dan ketidak-puasan dari para imam dan orang-orang Lewi. 
  • Tujuan dari reformasi religius yang dimulai oleh Yerobeam adalah untuk melemahkan kekuasaan Rehabeam. Namun tanpa diduganya, yang terjadi malah sebaliknya, kerajaan Yehuda malah diberkati. 2 Tawarikh 11:16-17:
  • Yerobeam membawa Israel terpuruk secara rohani.
  • Yerobeam membuat bangsa Israel jatuh ke dalam dosa
  • Yerobeam membuat hubungan di antara negara utara dan selatan menjadi semakin tegang. Allah memberikan 10 suku kepada Yerobeam. Namun itu tidak berarti bahwa Allah menginginkan kedua negara itu berperang
Melalui peristiwa reformasi agama ini, kita dapat melihat seperti apa sosok Yerobeam ini. Dia tidak takut pada Allah, tidak menaati perintah dan ketetapan Allah, dia hanya mementingkan dirinya sendiri. Dia hanya melayani diri, bukannya melayani Allah yang kekal. Dia melakukan semuanya itu hanya untuk mengamankan kepentingannya. Dia tidak mengasihi Allah dengan segenap akal budi dan hatinya, dia juga tidak peduli tentang rakyatnya. Jadi, Allah sangat murka dengannya. Kitab Raja-Raja seringkali memakai Yerobeam untuk menggambarkan raja-raja Israel yang melakukan kejahatan. Karena semua raja-raja yang melakukan kejahatan adalah seperti Yerobeam yang tidak takut pada Allah, sangat egois dan menyalah-gunakan otoritas yang telah Allah berikan untuk memuaskan keinginan mereka sendiri.

Setiap hamba Tuhan harus menarik pelajaran dari Yerobeam. Dia orang yang dipilih Allah. Tanpa pertolongan Allah, tidaklah mungkin baginya untuk menjadi raja Israel. Allah memberikan kepadanya 10 suku Israel dan juga kekuasaan untuk memerintahkan bangsa Israel. Tapi setelah dia menjadi raja Israel, dia tidak mengandalkan Allah. Bukanlah Allah telah memberikan kepadanya semuanya itu? Tidakkah Allah Yahweh dapat mengamankan takhtanya bagi dia? Mengapa dia tidak bergantung pada Allah dan malah berpaling untuk mengandalkan hikmat manusia? Mengapa Yerobeam menjadi sedemikian bodoh?

Alasannya sangat sederhana. Karena dia hanya melayani dirinya sendiri. Dia menyembah berhala di dalam hatinya, dan berhala itu adalah dirinya sendiri. Segala sesuatu yang dia lakukan adalah demi manfaat dirinya sendiri. Tujuan di balik pembuatan anak lembu emas adalah untuk memastikan orang Israel tetap berada di negara utara. Supaya mereka tidak akan merindukan Yerusalem dan bergaul dengan orang-orang yang berada di negara selatan. Semua itu dilakukan olehnya karena dorongan hatinya yang egois. Tapi dia memakai alasan religius untuk menutupi motivasi hatinya yang sebenarnya. Hal ini banyak terjadi di kalangan politisi bahkan pemimpin agama yang mengunakan atas nama agama tetapi sesungguhnya demi kekuasaan dan kepentingan pribadi.

Di ayat 37, Allah berjanji pada Yerobeam bahwa Yerobeam akan memerintah dan menjadi raja Israel sesuai dengan kehendak hatinya. Sedemikian besar otoritas yang telah diberikan Allah! Namun otoritas ini bukan tanpa syarat. Yerobeam harus mengikuti teladan Daud, mendengarkan perintah Allah, menaati perintah dan ketetapan Allah serta melakukan apa yang benar di hadapan Allah. Dengan demikian dia akan dengan benar menjalankan otoritas yang Allah berikan. Allah juga mengingatnya untuk tunduk hanya padaNya, dengan demikian Allah akan bersertanya dan menjadikan kerajaannya bertahan.

Yerobeam lupa bahwa otoritas dan statusnya itu diberikan oleh Allah. Setelah dia mendapatkan takhtanya, dia memakai hikmat manusia untuk memperkuat kekuasaannya. Berhadapan dengan kekuasaan dan status, Yerobeam gagal karena dia tidak menyimpan pengajaran Allah di dalam hatinya.
1 Raja-Raja 13:33-34 Sesudah peristiwa ini pun Yerobeam tidak berbalik dari kelakuannya yang jahat itu, tetapi mengangkat pula imam-imam dari kalangan rakyat untuk bukit-bukit pengorbanan. Siapa yang mau saja, ditahbiskannya menjadi imam untuk bukit-bukit pengorbanan. Dan tindakan itu menjadi dosa bagi keluarga Yerobeam, sehingga mereka dilenyapkan dan dipunahkan dari muka bumi.

Yerobeam bekerja keras memakai hikmat manusia untuk memperkuat kerajaannya. Tapi dia tidak menyangka bahwa pada akhirnya, seluruh keluarganya dilenyapkan dan tidak ada satu pun keturunannya yang duduk di atas takhta.
Mazmur 127:1 Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.




×
Berita Terbaru Update