-->

Notification

×
Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Iklan

Manusia Kenyang

Tag Terpopuler

Mengelola Penen Melimpah Ala Yusuf

Senin, 03 April 2017 | April 03, 2017 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-18T19:56:25Z
maka Yusuf mengumpulkan segala bahan makanan ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir, lalu disimpannya di kota-kota; hasil daerah sekitar tiap-tiap kota disimpan di dalam kota itu. Kejadian 41:48

Pada zaman Yusuf pernah alami masa tujuh tahun kelimpahan di seluruh tanah Mesir kemudian timbul tujuh tahun kelaparan; maka akan dilupakan segala kelimpahan itu karena kelaparan menguruskeringkan negeri. Untuk menjawab permasalahan yang timbul dibangun bangunan bangunan di seluruh kota di Mesir untuk menyimpan berbagai jenis komoditi terutama hasil aneka pertanian terutama gandum sebagai kebutuhan pokok. Yusuf mengelola seluruh hasil produksi pertanian, perkebunan, perhutanan dll sebagai pekerjaan raksasa skala nasional di Mesir pada zamannya sebagai pelopor sistem manajemen pergudangan (WAREHOUSE MANAGEMENT) didunia.

Sekalipun hasil berlimpah, Yusuf memutuskan darurat bahan pangan sehingga hasil pertanian dan sejenis (soft commodity) bagi penghasil komoditi pertanian / bahan makanan dikenakan pajak dalam bentuk hasil panen sebesar 20% bukan uang untuk membangun gudang-gudang berserta biaya operasionalnya sehingga dapat mengurangi tekanan harga jual produk pertanian karena hasil panen yang melimpah, sekaligus berkembang administasi makro misal penghitungan produk nasional yang dihasilkan (Gross domestic product (GDP)) dan atau secara mikro misal administrasi kaitannya dengan manajemen warehouse.

Akibat kebijakan darurat bahan pangan saat panen sangat melimpah, Alkitab mencatat (Kejadian 41:49) bahwa Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti menghitungnya karena memang tidak terhitung tetapi Yusuf tetap terus menimbun hasil panen tidak menghiraukan forecast persediaan, jadual persediaan, bahkan  Budgeting persediaan berakibat bukan hanya Mesir yang tertolong di masa "kekeringan" bangsa lainpun terpenuhi kebutuhannya misal Bangsa Kanaan tempat tinggal Yakub dan sekeluarga.

Hasil panen melimpah diluar estimasi sehingga gudang gudang perlu ditambah selagi masa panen tetap berlangsung sehingga diduga untuk pemeliharaan gudang seperti mengenali karakter persedian seperti memudahkan "FIFO", memaksimalkan lay out Gudang, sistem otorisasi dan sistem perdataan dapat dikenali dengan bentuk gudang yang bangunan khas sebab pembangunan gudang gudang baru dilakukan dengan perencanaan seksama.

Yusuf membangun gudang gudang dibangun secara merata di seluruh tanah Mesir selain menekan biaya transportasi hasil panen dan pendistribusian serta pengendalian hasil panen tetapi menjaga stabilitas diseluruh tanah Mesir saat alami kekeringan luar biasa.

Hasil panen melimpah berdampak pada kemajuan teknologi penyimpan hasil panen seperti bangunan yang memperhatikan suhu, kelembaban dan juga Receiving Menerima barang. • Inspection and quality control Melakukan pemeriksaan kebenaran barang yang diterima, kesesuaian dengan pesanan dan pemeriksaan spesifikasi barang (pemeriksaan Qualitas barang). • Repackaging Pengepakan ulang. • Put away Menempatkan barang yang baru datang di rak atau lokasi penempatan barang. •   ....sehingga
  • Kualitas hasil panen dapat dipertahankan 
  • Hasil panen terhindar dari kerusakan fisik 
  • Pencarian barang mudah dan cepat 
  • Barang terhindar dari pencurian terutama saat kekeringan melanda
Saat kekeringan luar biasa, berbondong-bondong membeli bahan pangan yang disimpan oleh Yusuf termasuk dari kalangan penghasil produk pertanian karena pertanian adalah profesinya. Tampak jelas meskipun mereka tahu program kerja dan keadaan darurat pangan meski panen melimpah, mereka tidak ikuti kebijaksanaan Yusuf untuk menyisihkan bentuk bahan pangan untuk 7 tahun kekeringan sehingga semua perencanaan keuangan yang disusun, semua simpanan/tabungan habis terkuras bahkan kemudian harus menjadi buruh tani ditanahnya sendiri karena terpaksa dijual kepada Firaun untuk mendapatkan bahan pangan dan Yusufpun membuat aturan bagi hasil 20% hasil panen milik Firaun ( Kejadian 47:20,26) sehingga kehidupan petani tetap berjalan normal seperti sebelum masa berkelimpahan atau kekeringan meski hak kepemilikan tanah pindah ke Firaun dan gudang-gudang yang telah dibangun tetap ada isinya berupa hasil pertanian dan sejenis.

Pengelolaan yang benar saat panen melimpah dan saat kekeringan juga berakibat Yusuf berjumpa kembali dengan keluarganya di Kanaan sebab Yusuf memegang kendali atas kebijaksanaan perjualan hasil pertanian ke pendatang dari luar negeri meskipun secara statistik persediaan cukup untuk bangsa-bangsa lain juga yang menyebabkan Mesir menjadi negara super power dan atas kebijaksanaan Firaun maka mereka (keluarga Yusuf) dapat menetap di tanah Mesir.



×
Berita Terbaru Update