-->

Notification

×
Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Iklan

Manusia Kenyang

Tag Terpopuler

Berziarah ke Yerusalem

Rabu, 03 Mei 2017 | Mei 03, 2017 WIB | 0 Views Last Updated 2017-08-25T20:51:41Z
ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
שֶׁשָּׁ֨ם עָל֪וּ שְׁבָטִ֡ים שִׁבְטֵי־יָ֭הּ עֵד֣וּת לְיִשְׂרָאֵ֑ל לְ֝הֹדֹ֗ות לְשֵׁ֣ם יְהוָֽה׃
( Mazmur 122:4 )

Teks di atas mengisahkan bangsa Israel ziarah ke Yerusalem di masa pemerintahan raja Daud. Ziarah adalah kata serapah Arab, yang berasal dari kata kerja yang memiliki makna "berkunjung". Namun, dalam pengertian bahasa Indonesia kata "ziarah" tsb memiliki bobot makna sebagai: kunjungan ke tempat yg dianggap keramat atau mulia. Bagaimana dalam bahasa asli Ibrani-nya? Untuk kata yang diterjemahkan "ziarah" ini adalah kata kerja yang artinya "naik". Kata yang diterjemahkan "ziarah" adalah verba: עָלוּ - 'ALU, yg adalah bentuk jamak untuk orang ketiga dari kata dasar: עָלָה - 'ALAH, harfiah: naik. jadi kata "ALU" tsb artinya: mereka naik.

Mazmur ini sepertinya ditulis oleh Daud untuk digunakan oleh umat Israel, saat mereka pergi ke Yerusalem untuk beribadah dalam ketiga perayaan khidmat yang diselenggarakan.
  • חָג הַפֶּסַח - KHAG HAPESAKH, Perayaan Paskah, yang memperingati keluaran Bani Israel dari Mesir, yang disusul dengan perayaan חַג הַמַּצֹּות - KHAG HAMATSOT, perayaan Roti Tidak Beragi selama 7 hari. -
  •  חַג הַשָּׁבֻעֹות - KHAG HASYAVUOT, Perayaan Pentakosta, yang jatuh 50hari setelah Paskah, sebagai hari penuaian dan ucapan syukur kepada Allah. - 
  • חַג הַסֻּכֹּות - KHAG HASUKOT, Perayaan Pondok Daun, untuk memperingati pengembaraan Bani Israel di padang gurun selama keluaran dari Mesir.
Ziarah yang berasal dari kata עֲלִיָה - 'ALIYAH berasal dari kata kerja עָלָה - 'ALAH, naik, go up. Kata ini berkaitan erat dengan perjalanan "naik ke Yerusalem". Jadi pengertian teks berziarah adalah perjalanan naik ke Yerusalem dimana di sana ada bait Allah. Meskipun Daud dilarang Tuhan mendirikan Bait Allah tapi Daud menyediakan tempat di Yerusalem dan di Yerusalem terdapat Tabut Perjanjian.

Matthew Henry mengutarakan di masa Daudlah Yerusalem pertama kali dipilih sebagai kota tempat Allah hendak mencatat nama-Nya. Karena merupakan sesuatu yang baru, hal ini, di samping hal-hal lainnya, digunakan untuk mengajak orang-orang mencintai Yerusalem sebagai kota suci, walaupun belum lama berselang kota ini masih dalam kekuasaan orang Yebusi. Amatilah:
  • I. Sukacita yang mereka alami saat berangkat ke Yerusalem (ay. 1-2).  
  • II. Kemuliaan yang akan mereka dapati di Yerusalem (ay. 3-5). 
  • III. Kepedulian mendalam yang patut mereka rasakan bagi Yerusalem dan doa-doa yang harus mereka naikkan demi kesejahteraannya (ay. 6-9). 
Dalam melantunkan mazmur ini kita harus menaruh perhatian kepada gereja Injili, yang disebut “Yerusalem yang dari atas.”

Konsep berziarah ke tempat suci sudah dikenal sejak zaman kuno. Tiap tempat yang dianggap keramat besar kemungkinannya menarik peziarah, seperti teracu pada bagian-bagian tertua Alkitab. Ziarah ini mempunyai akarnya di PL, pada waktu Abraham mengunjungi Gunung Moria (Kejadian 22). Abraham dan Ishak naik ke gunung Moria dan disana Ishak hendak dipersembahkan kepada Allah tetapi Allah menyediakan penganti Ishak yaitu seekor domba. Untuk ke Yerusalem, berziarah harus naik ke bukit Sion. Dan istilah "naik" ke bukit Sion, atau "naik" ke Yerusalem ini menjadi istilah bagi bagi orang-orang yang datang dari seluruh dunia, tapi kalau datang ke Yerusalem memakai istilah "naik" (ALIYAH).

Dalam perjalanan sejarah, ziarah ke Bait Allah menjadi bagian dari kehidupan Yahudi. Perjalanan demikian juga umum dalam Perjanjian Baru, antara lain perjalanan Kristus dan Yusuf dan Maria ( Lukas 2:41 Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.) Berziarah adalah bertujuan mengunjungi bait suci Yerusalem.

Dari sudut pandang Kristiani, seluruh detail dari ritus "KHAG/ HAG" tersebut digenapi dengan kedatangan Yesus Kristus. Bagi orang Kristen, segala peraturan mengenai "Hari-hari Raya (KHAG/ HAG), bulan baru (ROSY KHODESY) dan Sabat (SYABAT), semua itu hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedangkan wujudnya adalah Kristus (Kolose 12:7).

Kristen memberikan makna baru dalam perayaan ziarah ke Yerusalem.
  • Paskah di peringati sebagai kebangkitan Yesus dari kematian di salib dan perayaan roti tidak beragi menjadi perjamuan kudus.
  • Pentakosta sebagai hari raya panen raya menjadi turunnya Roh Kudus.
  • Pondok Daun memperingati pengembaraan Israel di padang gurun. Saat ini masih rahasia ada apa dengan hari pondok daun dikaitkan dengan Yesus Kristus.
Yerusalem bukanlah kiblat lagi dalam beribadah, bahkan Yesus dalam Injil Yohanes mengatakan bahwa waktunya sudah datang dimana Bapa menghendaki penyembah penyembah dalam roh dan kebenaran, bukan di Yerusalem atau di Samaria.


Kegiatan ziarah ke Yerusalem dan kota-kota "suci" di sekitarnya yang menjadi bisnis pariwisata bukan merupakan kewajiban bagi orang Kristen, tetapi bagi yang punya kesempatan untuk melakukan ziarah ini kiranya membawa kita kepada perenungan bahwa dari tanah inilah menjadi mula sejarah keselamatan bagi umat manusia. ( Yohanes 4:22b, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.) Berziarah ke Yerusalem bukanlah menyucikan hidup kita sebab itu telah ditebus oleh darah Yesus. Berziarah hanya kegiatan pariwisata bersifat rohani dan mengenal tempat tempat bersejarah seperti yang tertulis dalam Alkitab, sehingga jika mampu dan mau tidak dilarang.


×
Berita Terbaru Update