-->

Notification

×
Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Iklan

Manusia Kenyang

Tag Terpopuler

Yesus Dalam Kitab Yudas

Rabu, 17 Mei 2017 | Mei 17, 2017 WIB | 0 Views Last Updated 2017-05-17T10:23:22Z
Yudas 1:25 Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Dalam Kitab Yudas, sangat jelas sekali dikatakan bahwa Yesus adalah Allah yang esa dan Tuhan. Di dalam dan bagi Yesus ada kemuliaan, kebesaran dan kuasa. Yesus sebagai Allah yang Esa, Juruselamat dan Tuhan berlaku sebelum segala abad, sekarang dan selama-lamanya.

Sebagai contoh, Yesus sering dan berulang kali menghardik iblis, dan Kitab Yudas menjelaskan bahwa hanya Tuhan saja yang dapat melakukan itu. Misal lihat Yudas 1:9 :"Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau"

Mengapa Kitab Yudas menyatakan Yesus sebagai Allah yang Esa, Juruselamat, Tuhan yang bagi-Nya penuh dengan kemuliaan, kebesaran dan kuasa yang merupakan dasar terpenting dari iman Kristen yang berlaku universal?
Apakah ada perbedaan pendapat tentang Yesus di kalangan penerima tulisan Yudas? Jika ada perbedaan pendapat, sejauh manakah akibat yang ditimbulkan oleh perbedaan pendapat tersebut di kalangan penerima surat Yudas?
Bila mencermati kitab Yudas, maka dalam
Yudas 1:4 berbunyi :" Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus."

Dari pembacaan kitab Yudas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penolakan terhadap Yesus sebagai Allah, Tuhan dan Juruselamat diawali dengan perjumpaan mereka dengan yang bernama Yesus.
Tanpa mengalami perjumpaan maka tidak ada pertentangan, sebab tidak kenal tidak sayang yang sekaligus tidak kenal tidak membenci.
Pemberitaan nama Yesus dalam konteks kitab Yudas dapat memyebabkan hadirnya dua kutub yang berbeda, yakni yang percaya dan taat dan yang menolak-Nya dengan disertai "pelampias hawa nafsu" yang semuanya terjadi dalam sepengetahuan dan diijinkan oleh TUHAN.
Bila benar, mengapa Tuhan Yang Maha Tahu mengizinkan hal itu terjadi?
Bukankah dalam pertikaian, lahir bibit permusuhan, dendam, .....?
Apakah ada kebijaksanaan dalam bertindak?
Bila ada, apakah tujuan dan sasaran yang hendak dicapai?
Apakah hal itu cukup dijadikan dasar pembenaran?
Jika kita perhatikan
Yudas 1:19, yang berbunyi :" Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus." 
maka disimpulkan berdasarkan Kitab Yudas, mereka yang menolak Yesus adalah yang tidak mau melepaskan keinginan-keinginannya yang di dalam termasuk cita-cita, ambisi, konsep-konsepnya. Namun di sisi lain keinginan adalah kata yang berbeda karena diikuti dengan kata dunia sehingga maknanya adalah keinginan dunia.

Teks dan konteks lebih lanjut menunjukkan bahwa keinginan dunia di indentifikasikan sebagai sesuatu aib dan mematikan seperti ombak ganas, lihat
  • Yudas 1:13 :"Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya."
Kitab Yudas tidak memberikan penjelasan tentang aib, namun perjelas aib ada di kitab lain seperti :
  • Filipi 33:19:" Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi."
Kitab Yudas memberitahukan kepada kita bahwa perpecahan dalam umat-Nya, laksana ombak ganas adalah berbicara mengenai ajaran penolakan Yesus sebagai lazimnya awal umat Yesus Kristus terbentuk, karena ketika surat ini ditulis sudah ada permasalah tentang hal ini. Dalam kondisi laksana ombak ganas, Kitab Yudas memberi nasehat bagi kita yang masih berlaku sampai saat ini. Lihat Misal di :
  • Yudas 1:20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
  • Yudas 1:21;" Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal." 
Yesus mengizinkan ada orang tertentu menyelusup, namun di sisi lain penulis Kitab Yudas mengigatkan bahwa Yesus berkuasa menjaga umat-Nya yang benar-benar membangun iman yang benar dan hidup suci yang artinya tidak dikontaminasikan oleh keinginan-keinginan dunia.
  • Yudas 1:24 Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,
Yesus sepertinya seolah-olah mengizinkan hal laksana ombak yang ganas, karena Dia lebih menghendaki kualitas iman umat-Nya, bukan kuantitas. Dia merindukan dan mencari umat-Nya yang benar-benar percaya, dan kepada umat-Nya inilah, DIA akan menyatakan segenap kekuatan-Nya agar tidak tersandung, bernoda dan dengan bersukacita menghampiri kerajaan-Nya yang kekal dalam kekekalan.

Kepada umat-Nya yang sunguh-sungguh mempercayai-Nya, maka IA akan menunjukkan bahwa Dia adalah Allah yang esa, Tuhan dan Juruselamat yang telah ada, yang ada, dan yang akan ada. Keinginan Yesus Kristus adalah agar umat-Nya membangun iman yang suci / benar, berdoa, memelihara diri dengan dan oleh kasih Allah dalam menantikan Dia yang akan kembali kedua kalinya dan yang memberikan hidup kekal bersama-Nya dalam kerajaan-Nya kelak.
×
Berita Terbaru Update