-->

Notification

×
Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Iklan

Manusia Kenyang

Tag Terpopuler

Yakub Memperoleh Ternak Dan Kaya

Jumat, 08 September 2017 | September 08, 2017 WIB | 0 Views Last Updated 2021-04-02T20:01:08Z
Kejadian 30:26 Berikanlah isteri-isteriku dan anak-anakku, yang menjadi upahku selama aku bekerja padamu, supaya aku pulang, sebab engkau tahu, betapa keras aku bekerja padamu."

Teks di atas menurut Cambridge Bible for Schools and Colleges adalah Laban sebagai kepala keluarga memiliki kendali atas anak perempuannya yang sudah menikah dan anak-anak mereka, yang termasuk dalam gaji Yakub sehingga Yakub meminta upahnya dan membawa isteri-isterinya bersamanya kembali ke Kanaan.

Wycliffe menulis ....Ketika Yusuf lahir, Yakub telah melunasi seluruh hutangnya kepada Laban sehingga dia siap untuk pulang ke Kanaan. Seandainya dia pulang ketika itu, dia pasti hanya bisa membawa keluarganya saja sebab dia tidak memiliki apa-apa. Dia meminta kepada pamannya untuk mengizinkannya pulang. Laban mengatakan bahwa dia telah menerima suatu petunjuk (telah nyata kepadaku), melalui wangsit dari dewa-dewa keluarganya bahwa dia harus tetap mempertahankan Yakub untuk menjamin keberhasilan dan kekayaan.

Antara Yakub dan Laban memiliki dua sikap berbeda tentang masa depan keluarga Yakub. Yakub ingin kembali ke Kanaan sedangkan Laban hendak menahan mereka agar menetap di Haran.

Matthew Henry melihat peristiwa ini sebagai berikut:
  • Yakub masih menyimpan hati untuk negeri Kanaan, bukan hanya karena itu adalah tanah kelahirannya, dan ayah serta ibunya tinggal di sana, yang rindu untuk dilihatnya, melainkan juga karena itu adalah tanah perjanjian. Dan, sebagai tanda dari kebergantungannya pada janji akan negeri itu, meskipun ia berdiam sebagai pendatang di Haran, ia sama sekali tidak bisa berpikir untuk menetap di Haran. Demikian pulalah kita harus menyimpan hati untuk negeri sorgawi kita, dengan melihat diri kita sebagai orang asing di sini. Dengan pikiran ini, kita memandang negeri sorgawi kita sebagai rumah kita, dan rindu untuk berada di sana, segera setelah hari-hari kita menjalankan pelayanan di bumi ini sudah genap dan selesai. Kita tidak boleh berpikir untuk berakar di sini, sebab ini bukanlah tempat dan negeri kita (Ibr. 13:14).
  • Yakub ingin pergi ke Kanaan, meskipun ia mempunyai keluarga besar untuk dibawa bersamanya, dan belum ada persediaan yang dibuat untuk mereka. Ia sudah mendapatkan istri-istri dan anak-anak dari Laban, tetapi selain itu tidak ada apa-apa lagi. Namun, ia tidak memohon kepada Laban untuk memberinya entah bagian untuk istri-istrinya atau pemeliharaan terhadap sebagian dari anak-anaknya. Tidak, yang dimintanya hanyalah, berikanlah isteri-isteriku dan anak-anakku, dan izinkanlah aku pergi (ay. 25-26). Perhatikanlah, orang-orang yang percaya kepada Allah, kepada pemeliharaan dan janji-Nya, meskipun mempunyai keluarga besar dan pendapatan kecil, bisa berharap dengan gembira bahwa Dia yang menciptakan mulut akan memberi makan. Dia yang memberi makan anak-anak elang tidak akan membiarkan kelaparan keturunan orang benar.
Keinginan Laban agar Yakub tinggal (ay. 27). Karena cinta pada dirinya sendiri, dan bukan pada Yakub atau istri-istrinya, atau anak-anaknya, Laban berusaha membujuk Yakub untuk terus menjadi kepala gembalanya, dengan memohon dia, meminta perhatian Yakub kepadanya, untuk tidak meninggalkannya: Sekiranya aku mendapat kasihmu, tinggallah. Perhatikanlah, orang yang mementingkan diri sendiri dan tidak tahu aturan pandai mengucapkan kata-kata yang baik apabila itu bisa memenuhi tujuan-tujuan mereka sendiri. Laban mendapati bahwa hewan ternaknya sudah bertambah secara menakjubkan setelah diurus Yakub dengan baik, dan ia mengakuinya, dengan ungkapan-ungkapan penghormatan yang sangat baik kepada Allah dan juga kepada Yakub: Telah nyata kepadaku, bahwa TUHAN memberkati aku karena engkau.

Laban memberikan kebebasan kepada Yakub menentukan upahnya karena mengetahui bahwa Yakub akan meminta jumlah yang sangat seadanya, dan oleh karena malu ia akan meminta lebih sedikit dari yang bisa ditawarkannya. Maka Yakub pun mengajukan suatu usulan kepada Laban yang di dalamnya mencegah Laban berbuat curang terhadapnya maupun untuk melindungi dirinya sendiri agar tidak dicurigai berbuat curang terhadap Laban. Ada orang berpikir bahwa ia memilih warna ini karena di Kanaan pada umumnya warna itu adalah warna yang paling digemari dan disenangi orang. Gembala-gembala di Kanaan disebut nekohim (Am. 1:1), kata yang di sini digunakan untuk berbintik-bintik.

Laban pun bersedia untuk memenuhi tawaran ini, karena ia berpikir bahwa jika sedikit kambing domba yang berbintik-bintik dan berbelang-belang yang dimilikinya sekarang dipisahkan dari yang lain, yang sesuai persetujuan harus dilakukan dengan segera, maka kawanan domba yang harus dijaga Yakub, karena mempunyai satu warna, entah semuanya hitam atau semuanya putih, akan menghasilkan sedikit yang berwarna campuran atau tidak sama sekali. Dengan demikian, Yakub akan melayaninya dengan cuma-cuma, atau nyaris cuma-cuma.
Sesuai dengan tawaran ini, sedikit kambing domba yang berwarna-warni itu dipisahkan, dan diserahkan ke tangan anak-anak Laban, dan ditempatkan di sebuah tempat yang berjarak tiga hari perjalanan jauhnya.
Begitu besarnya iri hati Laban supaya jangan ada satu pun dari antara kawanan itu yang bercampur baur dengan yang lainnya bagi keuntungan Yakub.

Hewan ternak biasanya melahirkan anak-anak yang berwarna sama dengan induknya,  maka Yakub harus melayani dengan cuma-cuma, dan terpaksa bekerja sampai bosan dan menjadi pengemis seumur hidupnya. Tetapi Yakub tahu Siapa yang dipercayainya, dan kenyataan menunjukkan,
  • Bahwa ia mengambil cara terbaik yang bisa diambil untuk berurusan dengan Laban, yang jika tidak demikian pasti akan terlalu sulit dihadapinya. Dan, 
  • Bahwa tidak sia-sialah mengandalkan pemeliharaan ilahi, yang mengakui dan memberkati orang rajin yang jujur dan rendah hati. 
Dengan adanya kesepakatan tentang upah bagi Yakub berdasarkan warna ternak, maka Yakub melakukan hal-hal seperti :
  • Dia menaruh beberapa dahan pohon yang sudah dikupasnya menjadi belang-belang di dalam tempat minum sehingga letaknya tepat di depan kambing domba itu supaya warna anak hewan-hewan itu akan mengalami pengaruh sebelum lahir. Yang dilakukan Yakub tersebut, menurut Delitzsch (New Commentary on Genesis, in. loco) merupakan kenyataan yang sudah terbukti. 
  • Yakub juga memisahkan anak-anak domba yang bernoda dan bergaris dari kawanannya, lalu menaruh mereka dalam jarak yang dapat dilihat oleh yang betina sehingga terpengaruh.  
  • Memanfaatkan pengaruh tersebut terhadap domba-domba betina yang kuat sehingga yang nanti dilahirkan merupakan hewan-hewan kuat pula. 

Yakub cukup cerdik untuk memanfaatkan cara mempengaruhi anak domba sebelum lahir sehingga menguntungkan dirinya. Dengan demikian, sangatlah bertambah-tambah harta Yakub (ay. 43), dan ia menjadi sangat kaya dalam waktu sebentar saja. Keberhasilan dari caranya ini memang tidaklah cukup untuk membenarkan cara itu, seandainya ada hal-hal yang curang atau tidak adil di dalamnya. Tetapi kita yakin tidak ada, sebab ia melakukannya atas petunjuk ilahi (31:12).

Matthew Henry menyimpulkan bahwa, orang-orang yang, sekalipun memulai dengan kecil, bersikap rendah hati dan jujur, puas dan tekun, mempunyai kemungkinan untuk melihat hasil akhir mereka sangat bertambah-tambah. Siapa yang setia pada perkara kecil akan dipercaya dengan perkara yang lebih besar. Siapa yang setia dalam apa yang menjadi milik orang lain, akan dipercaya dalam apa yang menjadi miliknya sendiri. Yakub, yang sudah bekerja sebagai hamba yang adil, menjadi tuan yang kaya raya.

×
Berita Terbaru Update