-->

Notification

×
Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Iklan

Manusia Kenyang

Tag Terpopuler

Kekhawatiran Dan Jalan Keluarnya

Kamis, 29 Agustus 2019 | Agustus 29, 2019 WIB | 0 Views Last Updated 2021-03-18T00:37:43Z
1 Petrus 5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Serahkan kekhawatiran adalah pesan Tuhan melalui Rasul Petrus kepada pembacanya. Kata khawatir berasal dari μέριμναν (merimnan) menurut NASB memiliki arti: perhatian, kekhawatiran, kecemasan. Kamus Besar Bahasa Indonesia memaknai kata khawatir sebagai takut (gelisah, cemas) terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti; sedangkan kekhawatiran adalah perasaan khawatir; kecemasan.

Petrus seorang yang beriman tetapi khawatir dapat saja menghampiri kehidupannya. Kekhawatiran Petrus adalah kekhawatiran yang nyata bukan yang tidak terjadi dalam kenyataan. Pada saat Petrus dan murid murid Yesus menyeberangi Danau Galilea menuju Kapernaum dengan perahu, meninggalkan Yesus sendirian berdoa di atas gunung. Dipelayaran tersebut diterpa badai dan gelombang besar sehingga murid-muridnya yang berlatar belakang nelayan ketakutan lalu datanglah Yesus berjalan di atas air dan berkata jangan takut. Yesus naik ke perahu dan angin jadi teduh. Yesus naik ke perahu didahului dengan peristiwa Petrus memohon agar dapat mendatangi Yesus yang di atas air. Setelah Yesus mengabulkan permintaan Petrus maka ia turun dari perahu dan berjalan di atas air. Iman Petrus terhadap ucapan Yesus menyebabkan dapat berjalan di atas air menghampiri Yesus. Begitu dirasakan tiupan angin dan badai Petrus menjadi takut dan khawatir lalu tenggelam hingga berseru kepada Yesus minta tolong. Yesus memegang tangan Petrus dan menegur imannya lalu naik perahu.

Petrus khawatir saat berjalan di atas air sekalipun Yesus memanggilnya dan telah masuk dan melangkah di atas air menandakan perlunya konsistensi dalam hidup beriman kepada Yesus. Saat Petrus ketakutan dan khawatir, ia berseru kepada Tuhan Yesus dan mendapatkan pertolongan ini memberi pelajaran agar semua ketakutan, kekhawatiran, kecemasan dan keprihatinan harus diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Tuhan Yesus setia dan memelihara umat-Nya termasuk kepada Petrus sekalipun ditengah-tengah kesulitan, kekhawatiran, kecemasan dan ketakutan.

Firman Tuhan mengajarkan bahwa Tuhan Allah memelihara setiap umat-Nya yang alami kesulitan, seperti:
  • Mazmur 37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
  • Mazmur 40:18 Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!
  • Matius 6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
  • Matius 6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
  • Matius 6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Kekhawatiran tidak hanya menyiratkan ketidakpercayaan akan pemeliharaan Tuhan, tetapi juga semacam keyakinan bahwa kita mungkin dapat mengelola dengan lebih baik untuk diri kita sendiri; oleh karena itu di sini, seperti dalam Khotbah di Bukit, kita dinasihati, terutama di saat bahaya, hanya untuk melakukan apa yang kita tahu harus kita lakukan, dan tidak mengindahkan yang lain.“Tuhan, itu bukan urusan saya. Apakah saya mati atau hidup. "

Mengelola khawatir tanpa melibatkan Tuhan diungkapkan oleh Sweeny, seorang profesor psikologi dari University of California, Riverside dalam Social and Personality Psychology Compass, dia berpendapat merasa khawatir bisa membantu seseorang pulih dari depresi atau kejadian traumatis. Rasa khawatir melanda? Menurut Sweeny, itu mungkin isyarat jika kamu perlu segera bertindak.
  • Khawatir terinfeksi penyakit seksual menyebabkan bertindak agar tidak terinfeksi penyakit tersebut
  • Khawatir wawancara kerja maka luangkan waktu untuk mempersiapkan diri
  • Khawatir dalam berkendaraan maka patuh memakai sabuk pengaman
  • Khawatir kanker kulit maka gunakan tabir surya
"Bahkan dalam situasi ketika upaya untuk mencegah hasil yang tidak diinginkan, kekhawatiran dapat memotivasi upaya proaktif karena seseorang secara aktif memikirkan 'rencana B.'" tutur Sweeny.

Mengelola kekhawatiran tanpa melibat Tuhan akan berjumpa dengan situasi adanya keterbatasan yang dimiliki oleh manusia. Saat Petrus mantan nelayan yang dapat berenang di saat tenggelam karena adanya badai besar maka diperlukankan TUHAN yang menolongnya dan yang mampu meredakan badai tersebut. Manusia sekalipun menyiapkan rencana altenatif ada kalanya semuanya itu menjadi tiada berarti karena kejadian yang di luar dugaan.

Sweeny membagi kekhawatiran menjadi dua kelompok yaitu kekhawatiran biasa dan kekhawatiran yang ekstrem. Apa pun jenis kekhawatiran berpengaruh kepada kesehatan tubuh. Dr. Charles Mayo,” kekhawatiran mempengaruhi sirkulasi darah, jantung, kelenjar kelenjar dan seluruh sistem saraf. Sangat jarang ditemukan orang meninggal karna workholic (kecanduan kerja) tetapi banyak yang meninggal karna kuatir.”

Perjalanan hidup yang disertai kuasa dan mujizat Tuhan kadang kala tidaklah meniadakan rasa khawatir dan bersungut-sungut. Bangsa Israel yang keluar dari perbudakan di Mesir dan melintasi perjalanan yang ekstrem di padang gurun, menyeberang laut merah dan mendapat manna dari Surga dan juga buruh puyuh untuk jutaan jiwa selama diperjalanan tetap tidak mencapai tanah perjanjian. Mujizat tidaklah cukup menjawab kekhawatiran dan perbatahan dengan Tuhan. Mujizat hasil iman terhadap masalah yang menkhawatirkan hanyalah bersifat sementara meniadakan kekhawatiran sebab setelah mereda sebuah kekhawatiran dapat muncul kekhawatiran yang baru sehingga iman harus selalu hadir dalam perjalanan hidup.

Kisah Petrus dan Bangsa Israel yang keluar dari perbudakan Mesir mengisahkan alasan mengapa mengalami kekhawatiran secara nyata?. Penyebab kekhawatiran diantaranya disebakan:
  1. Khawatir karena lemah Sebagaimana Petrus tidak berdaya terhadap badai, atau Israel lemah terhadap Mesir yang kuat. Manusia memiliki kelemahan yang menjadikan diri khawatir
  2. Khawatir karena tidak mempercayai Tuhan Allah Saat melihat badai yang besar, lupa bahwa ada Yesus yang lebih besar. Percaya kepada Tuhan Allah terus menerus menghadirkan pertolongan, jalan keluar dan mujizat.
Dari pendekatan psikologi dan kedokteran maka kekhawatiran / kecemasan disebabkan:
  1. Menderita anxiety disorder
  2. Karena tidak memiliki prioritas yang benar dalam hidupnya
  3. Tidak memiliki gambar diri yang benar
  4. Efek sampingan dari gangguan kesehatan, yaitu penyakit hipertiroidisme, penyakit jantung, anemia, kanker pankreas, sindrom iritasi usus dan asma
  5. Penyalahgunaan narkoba dan kecanduan alkohol
Kekhawatiran sesuatu yang harus diatasi. Sebagaimana Petrus dan Bangsa Israel hidup beriman adalah jawabannya yang dapat mendatangkan mujizat yang mengubah segala sesuatu, namun ada bebarapa faktor lainnya yang harus diperhatikan, antara lain:
  • Pusatkan perhatian kepada Tuhan dan FirmanNya
  • Berbicara kepada orang atau lembaga yang peduli terhadap masalah / kekhawatiran kita
  • Menyerahkan beban / masalah Kepada Tuhan.
Jika khawatir disebabkan masalah kejiwaan atau penyakit maka hiduplah beriman agar menerima mujizat dan atau diringankan melalui obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Kekhawatiran adalah masalah manusiawi. Alkitab memberikan nasihat menghadapi kekhawatiran, yaitu:

Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Serahkan kekhawatiranmu kepada TUHAN, karena DIA yang memelihara kamu adalah jawaban tepat yang menjadikan TUHAN Mahakuasa terlibat dalam segala hal dalam hidup kita yang terbatas dan lemah sehingga ada jawaban terhadap segala hal yang dikhawatirkan. Ketika menyerahkan semua masalah kita kepada Allah, Dia berjanji untuk memberikan kepada kita damai sejahtera yang melampaui segala akal (Filipi 4:7).
×
Berita Terbaru Update