-->

Notification

×
Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Iklan

Manusia Kenyang

Tag Terpopuler

Menghargai Sesama Adalah Kebahagiaan.

Minggu, 26 Juli 2020 | Juli 26, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2022-03-06T12:05:59Z
Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Lukas 7:2

Dalam teks mengisahkan seorang perwira yang sangat menghargai seorang hambanya yaitu seorang budak ( δοῦλος / doulos ). Kata sangat dihargai berasal dari kata ἔντιμος (entimos). Entimos memiliki makna dihargai tinggi, dan terhormat. Sesuatu yang menarik bahwa seorang budak menjadi sosok yang dihargai sangat tinggi sehingga mendapat posisi terhormat. Apakah ini mengigatkan kepada Yusuf seorang budak potifar di Mesir yang dipercaya tuannya sehingga memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya?

Matthew Henry berkomentar bahwa budak (hamba) itu dipuji karena ia tekun, setia dan sangat memperhatikan tuannya. Para hamba harus berusaha agar disayangi majikan mereka. Demikian juga, sang majikan akan dipuji, jika ia memiliki hamba yang baik dan ia menghargai hamba itu. Banyak majikan yang angkuh dan suka memerintah saja. Bagi mereka, sudah untung kalau hamba-hamba mereka tidak diperlakukan dengan keras dan kejam atau dipukuli, sedangkan para hamba itu harus bersikap ramah dan lembut kepada majikan mereka serta memperhatikan kesejahteraan dan kenyamanan mereka.

Perwira yang menghargai budak miliknya adalah sosok yang dihargai dan dihormati oleh tua-tua Yahudi dengan alasan ia mengasihi bangsa Yahudi dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat. Perwira yang bekerja untuk negara "penjajah" dapat dihormati oleh tua-tua Yahudi. Bagaimana bentuk perwira itu mengasihi bangsa Yahudi sedangkan ia terikat dengan aturan Romawi? Sekalipun membangun rumah ibadah sesuatu yang wajar karena menyangkut keputusan Romawi yang mengakui kepercayaan Yudaisme sebagai agama resmi tetapi tindakannya menarik perhatian tua tua Yahudi.

Bila memperhatikan hukum tabur tuai maka jika seseorang menghargai / menghormati orang lain maka ia akan mendapatkan penghargaan / penghormatan juga. Apakah perwira itu menaruh sikap hormat kepada orang banyak? Wikihow memberikan cara bentuk menghormati orang lain, yaitu:
  1. Menunjukkan respek dalam kehidupan sehari-hari
    • Bersikaplah baik dan santun kepada orang lain
    • Bersikaplah sopan kepada orang lain
    • Tidak melakukan diskriminasi
    • Hormati orang yang berbeda keyakinan dan pendapat
    • Tunjukkan respek saat berada di tempat umum
    • Hargai bumi dan semua makhluk hidup
    • Hargai milik orang lain.
    • Hargai area personal
  2. Berkomunikasi dengan saling menghormati
    • Dengarkan baik-baik saat orang lain berbicara.
    • Berpikirlah sebelum berbicara.
    • Sampaikan dengan jelas jika Anda menginginkan sesuatu.
    • Hargai perbedaan pendapat.
    • Belajarlah bersabar dan berprasangka baik.
    • Jangan menggeneralisasikan orang lain.
    • Jangan bergosip.
    • Mintalah maaf jika Anda membuat seseorang sakit hati.
    • Hormati orang lain meskipun ia tidak menghormati Anda.
  3. Menghargai diri sendiri
    • Tunjukkan respek kepada orang-orang yang memiliki otoritas.
    • Jangan menyalahgunakan otoritas yang Anda miliki.
    • Hargai diri sendiri
    • Jadi pribadi yang mampu berempati dan mengasihi orang lain.
Apakah perwira tersebut memiliki sifat di atas sehingga ia menghargai budaknya dan dihargai oleh orang lain termasuk tua-tua Yahudi sangat menghormati dia?

Perwira itu mengutus beberapa orang tua-tua Yahudi kepada Kristus, untuk menyampaikan masalahnya yaitu hamba (budaknya) sakit dan hampir mati. Perwira itu mulanya meminta-Nya datang. Mungkinkah perwira itu berpikir bahwa cara ini jauh lebih menunjukkan rasa hormat kepada Kristus daripada bila ia datang sendiri, sebab beranggapan ia adalah orang bukan-Yahudi yang belum disunat, sehingga sebagai seorang nabi, Kristus tentunya tidak mau berbicara dengannya. Perwira mengutus orang-orang Yahudi yang diyakininya sebagai orang-orang kesukaan sorga, dan mereka itu bukan sekadar orang Yahudi biasa, melainkan tua-tua Yahudi, tokoh-tokoh yang berwenang, supaya martabat para utusan ini mendatangkan kehormatan bagi Dia yang hendak mereka temui. Perwira itu memiliki respek kepada Yesus yang dianggap memiliki otoritas baik terhadap dirinya maupun terhadap penyakit hambanya yang hampir mati.

Tua-tua Yahudi yang diutus perwira juga menghormati dan menghargai perwira yang mengutusnya dan Yesus Kristus yang ditemuinya. Mereka melakukan dengan sepenuh hati dan merasa layak untuk menolong perwira tersebut. Hal ini berbeda dengan orang orang di Nazaret yang tidak menghargai Yesus karena "merasa" mengenal keluarga Yesus, ayah dan ibunya sehingga menyatakan tidak ada nabi yang dihargai di tempat asal.

Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka yaitu tua-tua Yahudi menuju rumah perwira yang budaknya hampir mati. Yesus menyanggupi permintaan perwira sesuai yang disampaikan tua tua Yahudi untuk datang ke rumahnya lalu sembuhkan hambanya yang sakit. Yesus bukan saja melakukan sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga. Namun juga harus bisa menghargai seseorang sekalipun tidak baik, karena ia adalah manusia yang layak dihargai dan dihormati. Kualitas moral yang paling tinggi adalah jika seorang mampu menghargai orang sekalipun jahat. Yesus menghormati permohonan perwira tersebut meskipun berasal dari perwira Romawi bukan orang Yahudi sebab DIA hadir untuk bangsa bangsa lain juga.

Ketika perwira mengetahui bahwa Yesus menghormatinya dengan berkunjung ke rumahnya maka terlihat kerendahan hati dan imannya. Saat Yesus tidak jauh lagi dari rumah... perwira bukan mempersiapkan penyambutan di dalam rumah, melainkan menyuruh sahabat-sahabatnya menemui DIA dan menyampaikan pesan yang menyatakan:
  • Kerendahan hatinya,
    "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima kehormatan seperti ini, karena aku bukan orang Yahudi." Ini bukan saja menunjukkan bagaimana ia memandang dirinya rendah meskipun ia sebenarnya sosok yang terpandang, tetapi juga bagaimana ia memandang tinggi kedudukan Kristus, meskipun Ia dipandang hina oleh dunia. Dia tahu bagaimana menghormati seorang nabi dari Allah, walaupun Ia dihina dan ditolak manusia.
  • Imannya,
    "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tahu bukan begini caranya. Engkau mampu menyembuhkan hambaku tanpa masuk di dalam rumahku, melalui kuasa ilahi-Mu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh." Perwira itu menggambarkan imannya dengan membandingkan kedudukannya sendiri, dan ia yakin bahwa Kristus dapat menyuruh pergi penyakit itu dengan mudah, sama seperti ia bisa memberikan perintah kepada prajuritnya. Kristus berkuasa sepenuhnya atas semua makhluk ciptaan termasuk semua tindakan mereka, dan Ia mampu mengubah gejala alam sesuai kehendak-Nya, meluruskan penyimpangannya, serta memulihkan tubuh manusia dari segala sakit-penyakit, karena kepada-Nya telah diberikan segala kuasa.
Yesus yang dihargai dan dihormati oleh perwira itu merasa takjud dengan iman perwira terlebih lagi bukan orang Yahudi. Yesus menghargai iman perwira yang menghargai hambanya, sambil berkata kepada orang banyak yang mengikuti Dia, "Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" Perwira ini dijadikan contoh bagi orang-orang yang mengikutiNya. Apakah ada hubungannya dalam diri perwira itu antara beriman kepada Yesus dengan menghargai dan menghormati Yesus sesuai dengan kelayakkannya? Perwira yang tidak mengikuti Yesus sedekat mereka yang mengaku pengikut-Nya memiliki iman yang mendatangkan penghargaan dari Yesus. Bagaimana dengan iman kita yang berkata bahwa Yesus adalah TUHAN Maha Segalanya?

Budak perwira itu sembuh dari sakitnya dengan segera dan sembuh. Tua-tua Yahudi dan para sahabat mengetahui bahwa mereka telah selesai menyampaikan permohonan dari perwira dan kembali mendapatkan kesembuhan tanpa bekas. Yesus melakukan mujizat tanpa diskriminasi sehingga orang Romawi dikabulkan permohonannya. Iman dari perwira jauh lebih besar dari orang Yahudi yang mengiring Yesus ditemukan sebagai bukti bahwa Injil diberitakan kepada bangsa-bangsa lain dapat hasilkan iman yang menakjubkan.

Peristiwa kesembuhan hamba seorang perwira adalah rangkaian kisah menghargai sesama manusia yang dimulai perwira menghargai hambanya (budaknya) ⇢ Tua tua Yahudi menghargai perwira ⇢ Tuhan Yesus menghargai perwira berdasarkan kesaksian tua tua Yahudi sehingga berkunjung ke rumah perwira ⇢ Perwira menghargai Yesus sehingga mengutus sahabatnya disertai perkataan iman yang menakjubkan ⇢ Yesus menghargai perwira yaitu iman perwira ⇢ Kesembuhan terjadi. Rangkaian saling menghargai menandakan manusia adalah makhluk sosial dimana setiap orang tidak dapat hidup sendiri melainkan saling membutuhkan dan hidup menjadi berharga karena kehadiran orang lain sekalipun timbulnya suatu penghargaan dari orang lain biasanya tidak datang sendirinya seperti yang dijelaskan Wikihow.

Hamba / budak tidak menyangka bahwa tindakan menghargai pekerjaan yang diberikan oleh tuannya yaitu perwira dengan melakukan dengan kesungguhan sehingga dihormati telah mendatangkan kesembuhan dari sakit parah sebab hampir mati. Menghargai sesama terutama lingkungan sekitar adalah kebahagiaan yang mempermuliakan TUHAN dan kita dapat penghargaan.



Tulisan lainnya:
Ramah Berdasarkan Alkitab
Berdiam Dalam kasih mula mula
Yesus dan Integrasi Sosial
Latihan Rohani Menuju Kesalehan
Sistem Sosialisme dan Kehidupan Jemaat Mula-Mula
Menuju Kedewasaan Rohani


×
Berita Terbaru Update