-->

Notification

×
Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Iklan

Manusia Kenyang

Tag Terpopuler

Antara Ritual pentahiran Kusta dan Pesach

Kamis, 25 Februari 2021 | Februari 25, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2022-02-23T02:52:52Z
Yang dimaksud kusta dalam topik judul kali ini adalah tzaraat צרעת yang menyerang Miryam saudara Musa dan berbeda dengan kusta yang dikenal suatu penderitaan spiritual dengan sebab supernatural karena pelanggaran hukum Alkitabiah.. Selain Miryam, tzaraat juga menimpa seperti: Yoab yang dikutuk atas pembunuhan Abner (yang darahnya ditumpahkan dengan tipu daya di masa damai), Gehazi (karena 1. memberontak terhadap keputusan Elisa untuk tidak menerima pembayaran untuk mukjizat yang telah dilakukan Tuhan 2. bekerja dengan curang untuk mengambil pembayaran 3. berbohong kepada Elisa, mengatakan bahwa dia tidak melakukan hal itu); dan Uzia karena mengira akan membakar dupa di Bait Suci — melanggar Perintah Tuhan yang jelas dan langsung (yang melarang siapa pun selain para imam untuk membakar dupa).

Tzaraat dipikir hanyalah penyakit luar yang tidak memengaruhi orang itu lebih dalam dari kulitnya. Juga, banyak insiden dalam Alkitab menunjukkan bahwa tzaraat adalah penderitaan sementara meski terkadang ada yang seumur hidup sehingga saat Yesus hidup di dunia melakukan mujizat menyembuhkan kusta. Tzaraat meski diterjemahkan kusta tetapi berbeda dengan kusta yang umumnya kronis.

Dari situasi tertentu yang digambarkan Imamat sebagai tzaraath maka secara medis menduga penyakit Hansen, tetapi:
  • Pemutihan kulit di seluruh tubuh dengan luka, dianggap oleh para ahli sebagai indikasi psoriasis
  • Penyebaran luka dianggap oleh para sarjana sebagai gejala impetigo
  • Penyebaran pembengkakan atau bercak pada luka bakar, menurut para ahli, kemungkinan besar disebabkan oleh erisipelas
  • Sehubungan dengan penyakit subkutan dimana rambut telah memutih
  • Adanya pembengkakan atau bercak tambahan pada luka bakar dianggap oleh para ahli kemungkinan besar sebagai luka tropis
  • Adanya luka tubuh tambahan, dan pembengkakan atau bintik-bintik di mana sebelumnya ada bisul, adalah salah satu gejala klasik kusta
  • Adanya luka tambahan di kepala atau dagu dianggap oleh para ahli kemungkinan besar menunjukkan adanya kurap
Ahli patologi Rusia Gregory Minh menemukan bahwa kusta itu menular ; dengan asumsi bahwa tzaraat dalam Alkitab tidak menular, ia menyimpulkan bahwa tzaraath sebenarnya adalah vitiligo . Demikian pula, Reuven Kalisher menyarankan bahwa vitiligo adalah kandidat yang paling mungkin untuk tzaraath Alkitab , karena tidak menular, menyebabkan rambut yang terletak di dalam area yang berubah warna menjadi putih (juga dikenal sebagai poliosis atau leukotrichia ), dan dapat tumbuh dalam ukuran periode minggu hingga dua minggu.
Penerjemah Rabbi Saadia Gaon (abad ke-9 M), meskipun mengetahui tentang kusta, hanya menerjemahkan tzara’at sebagai baratz, “putihnya kulit,” dalam Tafsir, terjemahan bahasa Arabnya Alkitab.

Kusta (tzara'at) dalam Kitab Taurat (Imamat 19:16) adalah bentuk hukuman TUHAN atas lidah yang jahat karena membicarakan orang lain meski sesuai dengan fakta. Setelah hidup Musa, tzaraat juga terjadi dan diberitakan dalam Alkitab dengan penyebab yang lebih beragamm. Talmud Arachin yang mendaftar ada tujuh kemungkinan menderita tzaraat yaitu: Sebuah lidah yang jahat, Pembunuhan, Sumpah yang sia-sia, Hubungan seksual terlarang, Kebanggaan, Pencurian, Perilaku kikir. Taurat mengajarkan bahwa kusta menyerang seseorang tergantung berat atau ringan perkataan jahat (lashon hara) menurut pemandangan TUHAN. Contoh ketika Miryam mengatai Musa tentang Zipora. Lidah jahat Miryam terjadi sehingga berbicara jahat karena Miryam yang tidak menyukai hadirnya isteri Musa, terlebih-lebih pernikahannya tidak diketahui sebab dilakukan dalam masa pelarian di Midian. Musa alami perjalanan waktu dimana masa pelarian dan tinggal di Midian sebagai lokasi proses pembentukan Tuhan termasuk pernikahannya dengan Zipora. Bukankah Zipora telah menyelamatkan Musa dari kematian? ( Keluaran 4:24-26)

Kusta / tzaraat menyerang tubuh, pakaian dan rumah. Misal orang yang kena tzara'at dan jenazah (mayat) akan avi avo hatumah (biangnya tumah) yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah najis meski sebenarnya tidak ada kata sepadan dengan tumah dalam kosa kata Bahasa Indonesia. Akibat tumah maka yang punya kehidupan akan dianggap tidak hidup sehingga harus disingkirkan atau diisolasi misal dalam gua-gua. Yang tersentuh oleh tumah akan menjadi tumah juga sebab bersifat menyebar (menular?) dan status pasien seperti orang mati. Miryam yang kena kusta jadi harus disingkirkan dari perkemahan bangsa Israel yang menurut aturan TUHAN khusus kepada Miryam adalah tujuh hari (Bilangan 12:10-12). Orang kena tzaraat mungkin juga tidak dapat disembuhkan seumur hidupnya.

Orang kusta (tzaraat) praktis tidak dapat berbuat apa-apa selain makan yang disediakan dimana makanan diletakkan pada tempatnya tanpa dapat bergaul/ berkomunikasi dan ada jarak pembatas. Jika diberi misalnya buku maka buku juga lama-kelamaan akan mengandung tamei (bersifat tumah) sehingga tidak dapat dibawa-bawa lagi. Gua tempat bermukim juga lama kelamaan juga tertular tumah dari tzara'at.
Alkitab mengatakan jika seseorang terkena tzaraath di kulitnya, mereka diharuskan memakai pakaian robek, rambut tidak terawat, menutupi bagian bawah wajah, berteriak [secara ritual] "najis", [secara ritual] "najis" , dan tinggal jauh dari orang lain.

Arturo Castiglioni , menganggap ini sebagai model pertama dari undang-undang sanitasi. Namun demikian, isolasi ini tidak selalu karena kekhawatiran tentang penularan penyakit, melainkan karena kekhawatiran tentang risiko korupsi moral bagi orang lain; Talmud tidak memperlakukan tzaraath sebagai penyakit menular, dan tidak menganggap korban non-Yahudi tzaraath menjadi najis secara ritual.

Jika penderitaan tzaraat sembuh maka ada upacara pentahiran menurut hukum Taurat Musa yang tercantum dalam Imamat 14. Menurut Elisheva Stross terdapat persamaan penting antara kusta dengan pesach (Paskah zaman Musa) dimana bangsa Israel keluar dari Mesir. Persamaan itu adalah terletak pada ritual penerimaan kembali penderita kusta (pentahiran) yang telah sembuh sesuai dengan Kitab Imamat 14.
  • Dalam Imamat 14:3 tentang pentahiran kusta dan keluarnya bangsa Israel dari mesir tidak dapat dilepaskan dari kata tulah /( nega ) נֶגַע Keduanya terbebas dari tulah.
  • Dalam pentahiran kusta ada satu yang hidup dan satu yang mati yaitu burung (Imamat 14:7) sedangkan dalam Paskah orang Israel ada satu orang hidup (anak sulung Israel) dan satu mati anak sulung bangsa Mesir. (Keluaran 11:5)
  • Dalam pentahiran kusta ada burung yang disembelih berdasar di air mengalir sehingga airnya berdarah (Imamat 14:5) sedangkan di ppesach ada tulah air menjadi darah ( Keluaran 7:14-25)
  • Dalam pentahiran kusta memerlukan darah, kayu dan hisop (Imamat 14:6) sedangkan dalam paskah Keluaran 12:22 juga ada peristiwa darah di oleskan ke kayu pintu rumah oleh hisop
  • Di dalam pentahiran selama tujuh ari harus berada di luar rumah (Imamat 14:7) sedangkan dalam Pesach selama tujuh hari "ragi" harus dikeluarkan dari rumah. Ragi melambangkan ketidak murnian.
Ritual pentahiran orang yang sembuh dari tzaraat / kusta yang hampir menyerupai acara paskah di Mesir yang menyebabkan bangsa Israel bebas disebut mini pesach sebab kegiatan pesach diulangi kembali.

Dibalik penyakit kusta yang dialami Miryam tersirat pesan:

1.
Miryam saat dikucil sampai diterima kembali Bangsa Israel tidak melakukan perjalanan. (Bilangan 12:15) Kata diterima kembali mengunakan kata אָסַף / asaph. Kata asaph dipakai oleh Abraham waktu meninggal( Kejadian 25:8); Ismael ( Kejadian 25:17 ); Ishak (Kejadian 35:29). Miryam sampai dikumpulkan kepada Bangsa Israel mengunakan bahasa yang dipakai ketika seseorang meninggal. Orang yang menderita tzaraat statusnya sama dengan orang meninggal. Ia harus melakukan isolasi total tidak boleh bertemu orang dan segala yang disentuh menjadi "tumah".
2. Dalam budaya orang Ibrani mengenal orang terbuang / מנודה /outcast seperti dialami Miryam. disebabkan:
  1. Karena kematian maka terbuang dari dunia orang hidup
  2. Karena tzaraat / kusta maka terbuang dari dunia orang tahir

Hubungan tzaraat dengan pesach
  • Pesach Sacrifice: kelahiran kesatuan sebuah Bangsa Israel setelah korban domba di acara pesach / paskah di Mesir.
  • Lashon hara (perkataan jahat Miryam) menyebabkan korban dikucilkan dari komunitas dan terjadi perpecahan dalam bangsa
  • Tzaraat adalah hukuman TUHAN untuk mengembalikan keadaan - sipelaku sekarang dikucilkan dari komunitas
  • Ritual pentahiran adalah mengembalikan kembali ke dalam kesatuan Israel yang terbentuk di pesach sehingga disebut "Pesach Mini"

Bukan orang sehat yang memerlukan tabib tetapi orang sakit. Yesus Penyembuh Agung bersedia dijumpai oleh orang yang menderita tzaraat / kusta dan berkuasa untuk menyembuhkan serta mengampuni dosa. Setelah sembuh meminta kepada yang disembuhkan untuk melakukan ritual pentahiran yang ada di Taurat kepada imam lalu kembali masuk diterima dalam komunitas masyarakat sehingga alami hidup kembali




Tulisan lainnya:
Pandangan Alkitab tentang Orang Cacat
Orang Miskin Periode Intertestamental
Hati Sumber Kehidupan
Kesatuan Kebenaran PL & PB Hal Anak Domba Allah
Darah Domba Antara Perjanjian Lama dan Kitab Wahyu


×
Berita Terbaru Update