-->

Notification

×
Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan 2 Korintus 3:17

Iklan

Manusia Kenyang

Tag Terpopuler

Berserah Kepada TUHAN

Kamis, 18 Februari 2021 | Februari 18, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2022-03-02T04:12:34Z
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; (Mazmur 37:5)

Berserah kepada TUHAN adalah salah satu nasihat Daud yang tertuang dalam Mazmur 37. Berserah kepada TUHAN adalah sikap dari keputusan manusia yang tepat menjawab situasi bahwa langkah manusia bergantung kepada Allah sebab "Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya? (Amsal 20:24)" Dalam kebebasan yang di tawarkan kepada manusia, sikap menyerahkan hidup kepada TUHAN adalah pilihan terbaik agar rancangan TUHAN yang baik dan sempurna dapat terwujud dalam kehidupan kita.

Kata "Serahkanlah" dalam ayat di atas berasal dari kata גּ֣וֹל / galal yang berarti: berkomitmen, berbaring berkubang, berguling sehingga konteks serahkanlah hidupmu kepada TUHAN berarti melakukan sesuatu sesuai ikatan perjanjian dengan TUHAN seperti contoh terkenal dilakukan oleh Yesus saat berdoa di Getsemani, "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" Kata berserah yang memiliki sinonim menurut, patuh dan mengikut apa kata TUHAN mungkin lebih tepat.

Berserah kepada TUHAN adalah pilihan antara memutuskan dan melakukan sesuatu berdasarkan apa yang terbaik memurut diri sendiri atau berdasarkan kehendak TUHAN. Berserah kepada TUHAN dapat terjadi hanya jika hidup ini sudah diserahkan kepada TUHAN dan mengundang DIA menjadi penguasa tunggal dalam hidup kita dengan menjadi Raja dan Juruselamat pribadi yang mengatur hidup ini meski dalam kenyataannya dituntut komitmen setiap saat untuk melakukan apa yang menjadi kehendak TUHAN. Berserah kepada TUHAN didasari iman bahwa TUHAN merancang yang terbaik dalam hidup kita dari saat menyerahkan diri kepada-NYA hingga hidup dalam keabadian di surga kelak bersamaNya jauh lebih baik dari rancangan terbaik yang dimiliki diri sendiri untuk kepentingan pribadi. Iman ini timbul seiring dengan pengenalan terhadap TUHAN.

Menurut Sandi Putra, berserah terdiri atas dua prinsip dasar, yaitu
  1. Memikul kuk yang dipasang Yesus, "Pikulah kuk yang kupasang dan belajarlah pada Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan." Memikul kuk dipersamakan dengan hidup menurut roh
  2. Tidak khawatir hari esok, "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari" Tidak khawatir dipersamakan hidup sehari saja.
Sandi Putra berpendapat dengan melakukan dua prinsip yang tertulis dalam Injil Matius maka sudah berserah kepada TUHAN.

Berserah kepada TUHAN bukanlah sikap pasrah. Ev. Margareth Linandi menyatakan:
  1. Pasrah artinya:
    • Menyerah. (pada keadaan)
    • Tidak berbuat apa-apa.
    • Berpikiran negatif/ pesimis.
    • Kehilangan pengharapan sehingga muncul niat bunuh diri, dan lain-lain.
  2. Berserah kepada Tuhan artinya:
    • Turut dan mengikuti kehendak Tuhan dalam hidupnya.
    • Percaya dan menyerahkan diri pada rencana dan pimpinan Tuhan.
    • Berpikiran positif/optimis.
    • Mempunyai semangat hidup yang tinggi, dan yakin akan pemeliharaan Tuhan atas hidupnya.
Gusar terhadap TUHAN yang memiliki rencana dan kehendak dimana jalanNya bukan jalan manusia tidak dapat menjadikan hidup berserah kepada TUHAN. Selaian Yesus saat "meminum cawan murka Allah" dalam rangka memikul dosa manusia, ada tokoh Alkitab lain, Ayub yang berserah kepada TUHAN. Ayub alami kehilangan harta, kehilangan anak-anak dan mengalami penyakit yang semuanya terjadi tanpa sebab jelas.... Ayub tidak gusar kepada TUHAN sekalipun istrinya menyuruh mengutuki TUHAN lalu mati saja. Berserah kepada TUHAN adalah suatu komitmen untuk menerima apa saja yang diizinkan oleh TUHAN dan segala macam didikan TUHAN agar hidup timbul seperti emas. ( Ibrani 12:8-9 dan Ayub 23:10 ). Dengan berserah diri kepada TUHAN maka kematian bukan suatu yang mengerikan sebab TUHAN sandaran hidup kita akan menyediakan tempat bagi kita di surga yang kekal.

Dengan berserah diri kepada TUHAN maka TUHAN tahu kemampuan dan kekuatan kita menanggung / memikul beban dan kesulitan. Dia tahu batas-batasnya. Tidak semua masalah berat adalah percobaan dari setan yang diizinkan TUHAN tetapi ada kemungkinan juga hasil perbuatan dosa kita. ( Mikha 7:9 Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepada-Nya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilan-Nya.)

Komitmen berserah diri kepada TUHAN terkadang luntur dan pudar karena mengalami serangan terhadap iman kita. Pemazmur menulis:
  • 42:6 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
  • 42:11 Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: "Di mana Allahmu?"
Peperangan yang terus menerus dengan dunia, kedagingan, dan Iblis saat berkomitmen hidup berserah kepada TUHAN perlu pembaharuan setiap saat sebab ada upah menanti yang disediakan TUHAN. Yesus mengajar dalam doa Bapa kami agar kehendakMu yang jadi. ( Matius 6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.)

Dengan berserah kepada TUHAN maka meskipun kita akan mengalami kesulitan dan masalah tetaplah akan mengerti dan melihat:
  1. Kebesaran TUHAN Mazmur 46:11 "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"
  2. Kasih TUHAN Ibrani 12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.
  3. Keadilan TUHAN Nehemia 9:33 Tetapi Engkaulah yang benar dalam segala hal yang menimpa kami, karena Engkau berlaku setia dan kamilah berbuat fasik.
  4. Hikmat TUHAN Roma 11:33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!
  5. Kesetiaan TUHAN 1 Petrus 4:19 Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.
Apa saja yang dialami jika berserah kepada TUHAN dapat laluinya bersama TUHAN.

Kita dapat mempercayai TUHAN tempat kita berserah sepenuhnya sebab DIA adalah TUHAN dapat dipercaya itu memiliki komitmen dan konsisten untuk memelihara hidup kita yang berserah kepada-Nya. (1 Petrus 5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu)

Roma 9:20-21 Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?





Tulisan lainnya:
Makna Percaya Yesus Berdasarkan Injil Yohanes
Menjadi Seperti Kristus
Proses Kehidupan Orang Percaya
Jangan Takut Menderita
Yesus Sebagai Penulis Dan Penyempurna


×
Berita Terbaru Update